HARGA MINYAK DUNIA DAN DOLLAR AS

Harga minyak dunia mencapai rekorUS $ 90 per barrel pada hari Kamis 18 Oktober 2007, sementara Dollar AS mengalami mengalami tekanan jual sehingga terus melemah terhadap Euro dan Yen Jepang.

Pada perdagangan hari Kamis,  Euro menguat ke level  1,4296 dollar dibandingkan sebelumnya hanya mencapai 1,4283 dollar pada tanggal 1 Oktober 2007.  Dollar AS juga melemah terhadap Yen Jepang ke posisi 115,62 dibandingkan sebelumnya mencapai 116,57 yen. 

Diprediksi Mencapai AS $ 150 per Barrel

Para analisis menilai bahwa kondisi fundamental dari suplay dan demand tidak mendukung  naiknya harga minyak hingga mencapai AS $ 90 per barrel.

“Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah akibat dollar yang terus melemah terhadap Euro”, kata  James Cordier, presiden Liberty Trading Group di Tampa.  

Sementara itu, Lord Oxburgh, mantan pemimpin Shell,  dalam wawancara dengan The Independent bulan September lalu, bahkan telah mengingatkan kemungkinan harga minyak akan mencapai AS $ 150 per barrel.

Kenaikan harga minyak, menurutnya disebabkan oleh adanya gap  demand yang selalu lebih besar daripada  suplay.  “Bila tidak ada alternatif energi lain, maka harga minyak akan berkisar pada harga yang paling atractive bagi industri perminyakan, yaitu antara AS $ 100 hingga  $ 150 per barrel.

Peluang Diturunkannya Kembali Suku Bunga The Fed 

Ditengah melambatnya perekonomian AS sebagai efek dari krisis subprime mortgage, diprediksi pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2007 hanya mencapai 1.9 persen, sama dengan prediksi pertumbuhan pada tahun 2008 (bandingkan dengan pertumbuhan tahun 2006 yang mencapai 2.9 persen).

Keterpurukan industri perumahan, yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi AS, diprediksi belum pulih, ditambah dengan meroketnya harga minyak dan lemahnya nilai dollar terhadap Euro, diperkirakan akan menjadi alasan The Fed untuk kembali memotong suku bunga antar bank.

***** 

 19 Oktober 2007

  

Post a Comment