HARGA MINYAK DUNIA DAN HARGA BBM UNTUK INDUSTRI
October 31st, 2007 at 7:54 am (EKONOMI)
Sampai saat ini masih belum ada penjelasan yang memuaskan tentang alasan kenaikan tajam harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu.
Tapi, para analisis cenderung berspekulasi bahwa kenaikan harga minyak yang mencapai US $ 90 per barrel, disebabkan ketakutan akan terhambatnya suplai minyak dari ladang-ladang minyak di Irak Utara akibat rencana penyerbuan tentara Turki untuk membalas kematian 12 tentaranya oleh gerilyawan Kurdi.
Sampai saat ini ketegangan di perbatasan negara Turki dan Irak masih tetap tinggi. Ini berarti, spekulasi tentang kenaikan harga minyak dunia akan tetap harus diwaspadai.
Kenaikan harga minyak hingga mencapai US $ 90 per barrel menimbulkan kecemasan baru terhadap prediksi harga minyak dimasa datang, yang diperkirakan akan berada dalam range US $ 60 hingga US $ 120 per barrel. Ini berarti, peluang harga minyak menembus angka US$ 100 per barrel terbuka lebar.
Harga BBM Industri Naik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin (22/10) lalu telah meminta perkembangan harga minyak dunia perlu diwaspadai.
Menko Perekonomian Budiono telah mengingatkan dampak negatif dari kenaikan harga minyak. “Kalau harga minyak meningkat, ini tentunya kita perlu waspadai dampak terhadap industri dalam negeri, terhadap cost yang meningkat”, ungkapnya setelah melakukan pertemuan dengan dengan presiden SBY pada hari Senin (22/10).
Ini kelihatannya sejalan dengan rencana Pertamina untuk menaikkan harga minya industri dan non subsidi yang berkisar diangka Rp. 200,00 per liter pada bulan November mendatang.
“Semua jenis bahan bakar minyak untuk industri seperti premium, solar, minyak tanah, serta pertamax akan mengalami penyesuaian. Persentasenya belum ditetapkan, tetapi mungkin sekitar Rp. 200,00 per liter,” ungkap Dirut Pertamina Ari Sumarsono di Kantor Pusat Pertamina di Jakarta pada Senin (22/10).
Kenaikan harga minyak industri sebesar Rp. 200,00 per liter pada bulan November mendatang akan memberatkan dunia industri.
Dalam jangka panjang, fluktuasi harga minyak dunia masih berpeluang terjadi. Sudah saatnya pemerintah mulai serius untuk menangani program energi alternatif, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
*****
24 Oktober 2007