HARGA MINYAK : SEKARANG US $ 93 PER BARREL, SELANJUTNYA US $ 100 PER BARREL

“Please don’t blame us for $93 oil”, kata Menteri Perminyakan Qatar Abdullah al-Attiyah saat berlangsungnya konferensi menteri-menteri perminyakan OPEC hari Selasa 30 Oktober 2007.

Bahkan menurut Presiden OPEC, yang juga menteri perminyakan UAE Dhaen al-Hamli, pergerakan harga minyak sudah diluar kemampuan control OPEC.  “The market is increasingly driven by forces beyond OPEC’s control, by geopolitical event and the growing influence of financial investor”.

Pada pertemuan tersebut, anggota-anggota OPEC setuju untuk menambah jumlah produksi sebesar 500,000 barrel per hari.  Tapi kelihatannya ini belum mencukupi kebutuhan akan minyak yang jumlahnya lebih besar dari pada pasokan yang tersedia.

US $ 100 per Barrel pada Akhir Tahun 2007

Bila U.S. Federal Reserve jadi memotong suku bunga pada hari Rabu besok, para analis memprediksikan akan semakin melemahkan nilai tukar dollar.  Ini menjadi salah satu penyebab pemicu naiknya  harga minyak ketingkat yang lebih tinggi.

Menurut Jochen Hitzfelt dari HVB Jerman, kondisi stagnan produksi minyak dunia versus permintaan yang terus meningkat akan menyebabkan harga minyak akan terus naik.

“The $ 100 mark is likely to be tested by end-2007″, katanya.

Dilain pihak, harga minyak juga masih rentan terhadap isu pertempuran antara Turki dan pemberontak Kurdi yang berbasis di Irak, serta isu konflik antara AS dengan Iran-penghasil minyak nomor empat dunia.

***** 

30 Oktober 2007

Post a Comment