AWAS BBM NAIK !

Selasa kemarin harga minyak mencapai AS $ 97.10 per barrel.  Badan Energy Information Administration (EIA), yang merupakan bagian dari Departemen Energy AS,  bahkan memprediksi konsumsi bahan bakar di AS akan meningkat pada caturwulan terakhir, sehingga diprediksi pada tahun depan harga minyak akan tetap tinggi.

Dalam laporan bulanannya EIA,  Short-Term Energy Outlook, penyebab dari gejolak harga minyak disebabkan oleh “strong demand, limited surplus capacity, falling inventory and geopolitical concern”.

Rekor harga minyak tertinggi AS $ 97.10 per barrel, diduga kuat disebabkan oleh gejolak geopolitik, yaitu serbuan bom di Afganistan dan serangan pada pipa  minyak di Yemen beberapa waktu sebelumnya.

Harga BBM Naik !

Seperti yang pernah diperkirakan sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia diatas AS $ 90 per barrel akan menguras cadangan devisa. 

Target alokasi dana untuk subsidi BBM meningkat dari yang dianggarkan sebesar Rp. 55 trilyun menjadi Rp. 90 trilyun. Hal ini diungkapkan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam acara World Renewable Energy Regional Congress & Exhibition (WRERCE) di Jakarta pada hari Senin 5 Nopember 2007.

Dalam kerangka pengurangan subsidi BBM, maka dibuat dua skenario, yaitu : melalui pengurangan subsidi BBM dan mengurangi volume konsumsi.

Opsi melalui pengurangan subsidi BBM berarti menaikkan harga minyak. Resiko dari opsi ini kemungkinan akan memukul perekonomian rakyat dan memicu inflasi. Opsi ini kemungkinan tidak akan diambil, karena pilihan ini menjadi tidak populer bila dikaitkan dengan jelang masa kepemimpinan SBY berakhir.

Opsi kedua yaitu pembatasan volume konsumsi BBM  adalah pilihan yang paling mungkin diambil oleh pemerintah. Teknis pelaksanaannya kemungkinan dengan pembatasan jumlah pengiriman tangki BBM ke SPBU-SPBU,  konservasi energi dari minyak tanah ke gas LPG, penggalakan program biofuel, dll.

***** 

 7 Nopember 2007

Post a Comment