Struktur Biaya Nenas Segar dan Nenas Kaleng Tahun 2005 di Pilipina

May 22nd, 2008

Catatan :

1. Struktur biaya ini dikutip dari hasil penelitian dari Univeritas Philipina.

2. Struktur biaya ini perlu dikaji ulang.

Item                    Harga/Biaya per karton (US$)   % bila dijual di Jepang

                           Nenas segar  Nenas Kaleng     Nenas Segar  Nenas Kaleng

———————————————————–

Harga Jual                  10.5              8                      100                100

Perawatan tanaman      3.5             2.5                      33                  31

Bibit                              0.6             0.4                       6                     5

Material Packaging        0.8            1.6                       8                   20

Kaleng                              0            1.2                       0                   15

Label                              0.1            0.1                       1                     1 

Karton                            0.7            0.3                       7                     4

Upah                               1              0.7                     10                      9    

Pestisida                         1.3           0.9                      12                    11

Ocean Freight                 1.9            1.2                      18                    15

Transportasi darat          0.5            0.4                         5                     5     

————————————————————

Harga Minyak Dunia Diprediksi Mencapai US $ 150 per Barrel pada Tahun ini

May 22nd, 2008

Harga minyak dunia bereaksi mencapai rekor baru US $ 130.47 per barrel untuk minyak jenis Light, sweet crude untuk penyerahan bulan Juni di bursa perdagangan elekrtonik New York Merchantile Exchange.

Kenaikan ini dipicu oleh ketakutan akan suplay minyak jangka panjang dan inventory  minyak di dalam negeri AS dalam jangka pendek berkurang. Tetapi sebagian analis berpendapat kenaikan harga minyak disebabkan juga oleh turunnya nilai dollar.

Pada hari Rabu ini US dollar diperdagangkan pada 103.62 yen, turun dibawah range 104 -105 dibandingkan minggu lalu.  Sementara Euro naik menjadi $1.5735 pada siang hari di Eropa, sedangkan di New York, dollar jatuh satu persen pada perdagangan  Selasa sore menjadi $1.5669.

Menurut Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al-Badri, lemahnya dollar merupakan salah satu faktor yang mendorong naiknya harga minyak. Walaupun Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya, tetapi negara-negara anggota OPEC lainnya justru menurunkan produksi minyaknya.

Harga Minyak akan Mencapai US $ 150 per barrel

T. Boone Pickens,  founder dan pimpinan BP Capital LLC mengatakan di jaringan televisi CNBC, bahwa harga minyak akan mencapai US $ 150 per barrel  pada tahun ini, akibat dari suplay yang tidak bisa memenuhi permintaan.

Picken menjelaskan bahwa prediksi kenaikan harga minyak tersebut disebabkan oleh terbatasnya produksi minyak secara global dan kebutuhan Cina yang kuat akan minyak.

Gempa bumi yang melanda Cina pada 15 Mei lalu menyebabkan hancurnya infrastruktrur tenaga listrik dan menghancurkan jaringan transportasi batubara.  Akibat gempa bumi yang dahsyat, Cina kekurangan pasokan batubara, untuk menutupinya maka Cina memerlukan suplai minyak.

Ancaman Presiden George W. Bush terhadap fasilitas nuklir Iran, bahkan menurut laporan dari media masa di Israel, AS akan melakukan operasi militer terhadap fasilitas nuklir Iran pada beberapa bulan kedepan diperkirakan akan menjadi alasan bagi naiknya harga minyak dikemudian hari.

Padahal Iran adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia, sementara seperempat suplai minyak dunia dialirkan melalui Selat Hormuz, yang merupakan wilayah terdekat dengan Iran. Serbuan AS terhadap fasilitas Nuklir Iran, diperkirakan akan menyebabkan suplai minyak akan jauh berkurang, sehingga akan memicu kenaikan harga minyak dunia ke rekor harga minyak yang lebih tinggi.

******

21 Mei 2008

KENAIKAN HARGA BBM : DANCING WITH RISK

May 13th, 2008

Presiden SBY pada hari Senin 5/5 di Istana Negara mengatakan tentang resiko kenaikan harga BBM di depan para pemimpin redaksi, “Selalu ada resiko, ya politik, sosial dan keamanan”.

Kenaikan harga BBM sudah demikian mendesak, bukan lagi kapan tetapi berapa persen kenaikan yang dapat diterima oleh masyarakat.

Presiden SBY mengatakan : ” Tapi naik berapa. Apakah naik 20, 25, 30 atau 35 persen”.

Kenaikan harga BBM kelihatannya akan sulit dihindari. Pada Rabu 7/5 kemarin dilaporkan telah mencapai rekor baru US $ 123.93 per barrel untuk jenis Light, sweet crude untuk penyerahan Juni di pasar New York Merchantile Exchange.

Kenaikan harga minyak ini ternyata merupakan kelanjutan dari rekor harga minyak US $ 120 per barrel pada minggu lalu, akibat informasi dari The Energy Departement Energy Information Administration tentang  turunnya cadangan BBM di Amerika Serikat.

Para analis mengatakan bahwa harga minyak cenderung akan terus melakukan rally.  “Ini menunjukkan bahwa kondisi pasar …tidak menunjukan adanya kecenderungan bearish, ” kata Phil Flyin, analis dari Alaron Trading Corp seperti yang dikutip oleh AP.

Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa penguatan dollar AS ternyata tidak menolong bagi penurunan harga minyak.  Tetapi dilain pihak, menurunnya nilai tukar dollar AS  terhadap euro dan mata uang asing lainya menyebabkan harga minyak meningkat. Kejadian kenaikan harga minyak hingga mencapai rekor terbaru ini justru terjadi pada saat dollar AS menguat.

Dancing with Risk

Pemerintah pasti belajar dari sejarah kenaikan harga BBM pada tahun 2005 lalu, bahwa kenaikan harga BBM akan memukul perekonomian rakyat. Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi daya beli masyarakat kelas menengah bawah seperti buruh, pekerja sektor informal, petani, nelayan.

Menurut pengamat ekonomi Dr. Hamonangan Ritonga, kenaikan BBM tahun 2005, menyebabkan inflasi pada tahun itu mencapai 17.3 %. Dari inflasi sebesar 17.3 %, 10 % diantaranya merupakan dampak kenaikan BBM, sedangkan 7 % merupakan dampak faktor lainnya. Akibat kenaikan BBM tahun 2005, diperkirakan jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 50 juta orang pada bulan Maret 2006, jauh bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2004 yang mencapai 36.1 juta orang.

Kenaikan harga BBM secara langsung mempengaruhi kenaikan harga-harga barang lain.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM pada bulan Maret 2005 menyebabkan kenaikan harga barang pada jenis barang : padi, sayuran, hasil ternak, perikanan laut, minyak goreng, beras, gula, pertambangan, pupuk, industri baja, listrik, gas, air bersih, konstruksi, perdagangan, restoran, hotel, angkutan kereta api, angkutan darat, pelayaran, angkutan air, angkutan udara, komunikasi, keuangan dan jasa-saja lain. Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan darat, angkutan air, pelayaran, angkutan kereta api dan angkutan udara.

Untuk mengurangi beban rakyat miskin, pemerintah berencana memberikan kompensasi diantaranya melalui program : Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dan bantuan tunai langsung. Perlu disadari bahwa program kebijakan kompensasi terhadap masyarakat miskin bukanlah suatu program pengentasan kemiskinan. Pengalaman pada waktu lalu mengatakan bahwa kenaikan harga BBM menyebabkan kenaikan barang secara permanen, sedangkan program kompensasi terhadap masyarakat miskin relatif terbatas dalam jumlah dana yang disiapkan dan dilaksanakan dalam waktu yang terbatas pula.

Tetapi perlu diperhitungkan juga bahwa kenaikan harga BBM tetap akan menimbulkan keresahan dan mungkin penolakan. Resiko terbesar yang akan dihadapi adalah terhadap perolehan suara bila Presiden SBY mencalonkan diri pada Pemilu 2009. Kenaikan harga minyak akan menyebabkan turunnya popularitas Presiden SBY.

Kampanye Gerakan Berhemat

Presiden SBY bisa saja memulai kampanye Gerakan Berhemat dengan cara yang elegan. Misal melakukan kunjungan tidak menggunakan pesawat kepresidenan, tetapi menggunakan pesawat komersil seperti yang dilakukan oleh seorang presiden dari benua Afrika beberapa tahun lalu.

Tapi yang paling diharapkan masyarakat banyak, Presiden SBY mulai banyak menggiatkan pertemuan, mendengarkan keluhan dan memberikan solusi yang tepat bagi masyarakat kecil. Presiden harus menjadi contoh dalam melakukan penghematan secara nyata, dalam arti masyarakat melihat keteladanan  dalam melakukan penghematan secara riil, bukan dari sekedar retorika belaka.

*****

8 Mei 2008

JUNI 2008, KENAIKAN HARGA BBM ?

May 1st, 2008

Akhirnya, pemerintah tergoda untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).  Antara melaporkan rencana kenaikan BBM sekitar 28,7 % pada bulan Juni 2008.

Premium akan naik dari Rp. 4.500 per liter menjadi Rp. 6.000 per liter, solar naik dari Rp.4.300 per liter menjadi Rp. 5.500 per liter, sedangkan minyak tanah naik dari Rp. 2.000 per liter menjadi Rp. 2.300 per liter.

Asumsi yang Digunakan 

Dalam laporannya, Depkeu menggunakan asumsi nilai tukar Rp. 9.000 per dolar AS, SBI 3 bulan 8,5 persen, harga minyak Indonesia 110 dolar AS per liter, lifting minyak 927.000 barel per haril, konsumsi BBM 35,9 juta kiloliter.

Dengan kenaikan harga BBM tersebut, maka pendapatan negara dan hibah pada tahun 2008 akan menjadi Rp. 936,3 triliun, sedangkan rencana belanja negara sebesar Rp. 1.022,6 triliun, sehingga akan ada defisit Rp. 86,3 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).

Inflasi bisa ditekan pada 11,1 persen dan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6.4 persen, dengan rasio penduduk miskin menjadi 14,2 persen.

Harus Realistis

Sudah dapat diduga, kenaikan harga BBM yang mencapai 28.7 persen akan mendapat tentangan dari masyarakat, mengingat kenaikan BBM biasanya akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM akan memukul perekonomian masyarakat kecil.

Pada kondisi ekonomi global yang sedang dilanda krisis, apakah realistis bila pemerintah tetap mempertahankan  pertumbuhan 6,4 persen ? 

Perlu dipertimbangkan kenaikan harga BBM yang lebih realistis diterima oleh masyarakat banyak.

******

30 April 2008