JUNI 2008, KENAIKAN HARGA BBM ?
May 1st, 2008 at 6:30 am (EKONOMI)
Akhirnya, pemerintah tergoda untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Antara melaporkan rencana kenaikan BBM sekitar 28,7 % pada bulan Juni 2008.
Premium akan naik dari Rp. 4.500 per liter menjadi Rp. 6.000 per liter, solar naik dari Rp.4.300 per liter menjadi Rp. 5.500 per liter, sedangkan minyak tanah naik dari Rp. 2.000 per liter menjadi Rp. 2.300 per liter.
Asumsi yang Digunakan
Dalam laporannya, Depkeu menggunakan asumsi nilai tukar Rp. 9.000 per dolar AS, SBI 3 bulan 8,5 persen, harga minyak Indonesia 110 dolar AS per liter, lifting minyak 927.000 barel per haril, konsumsi BBM 35,9 juta kiloliter.
Dengan kenaikan harga BBM tersebut, maka pendapatan negara dan hibah pada tahun 2008 akan menjadi Rp. 936,3 triliun, sedangkan rencana belanja negara sebesar Rp. 1.022,6 triliun, sehingga akan ada defisit Rp. 86,3 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).
Inflasi bisa ditekan pada 11,1 persen dan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6.4 persen, dengan rasio penduduk miskin menjadi 14,2 persen.
Harus Realistis
Sudah dapat diduga, kenaikan harga BBM yang mencapai 28.7 persen akan mendapat tentangan dari masyarakat, mengingat kenaikan BBM biasanya akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM akan memukul perekonomian masyarakat kecil.
Pada kondisi ekonomi global yang sedang dilanda krisis, apakah realistis bila pemerintah tetap mempertahankan pertumbuhan 6,4 persen ?
Perlu dipertimbangkan kenaikan harga BBM yang lebih realistis diterima oleh masyarakat banyak.
******
30 April 2008
mediana said,
May 7, 2008 at 2:08 am
Bukan tergoda, tetapi harus.
Bagi masyarakat, sebagian mungkin akan bersuara keras menentang
tapi sebagian besarnya hanya akan menghela nafas pasrah….