Harga Minyak Dunia Diprediksi Mencapai US $ 150 per Barrel pada Tahun ini
May 22nd, 2008 at 8:44 am (EKONOMI)
Harga minyak dunia bereaksi mencapai rekor baru US $ 130.47 per barrel untuk minyak jenis Light, sweet crude untuk penyerahan bulan Juni di bursa perdagangan elekrtonik New York Merchantile Exchange.
Kenaikan ini dipicu oleh ketakutan akan suplay minyak jangka panjang dan inventory minyak di dalam negeri AS dalam jangka pendek berkurang. Tetapi sebagian analis berpendapat kenaikan harga minyak disebabkan juga oleh turunnya nilai dollar.
Pada hari Rabu ini US dollar diperdagangkan pada 103.62 yen, turun dibawah range 104 -105 dibandingkan minggu lalu. Sementara Euro naik menjadi $1.5735 pada siang hari di Eropa, sedangkan di New York, dollar jatuh satu persen pada perdagangan Selasa sore menjadi $1.5669.
Menurut Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al-Badri, lemahnya dollar merupakan salah satu faktor yang mendorong naiknya harga minyak. Walaupun Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya, tetapi negara-negara anggota OPEC lainnya justru menurunkan produksi minyaknya.
Harga Minyak akan Mencapai US $ 150 per barrel
T. Boone Pickens, founder dan pimpinan BP Capital LLC mengatakan di jaringan televisi CNBC, bahwa harga minyak akan mencapai US $ 150 per barrel pada tahun ini, akibat dari suplay yang tidak bisa memenuhi permintaan.
Picken menjelaskan bahwa prediksi kenaikan harga minyak tersebut disebabkan oleh terbatasnya produksi minyak secara global dan kebutuhan Cina yang kuat akan minyak.
Gempa bumi yang melanda Cina pada 15 Mei lalu menyebabkan hancurnya infrastruktrur tenaga listrik dan menghancurkan jaringan transportasi batubara. Akibat gempa bumi yang dahsyat, Cina kekurangan pasokan batubara, untuk menutupinya maka Cina memerlukan suplai minyak.
Ancaman Presiden George W. Bush terhadap fasilitas nuklir Iran, bahkan menurut laporan dari media masa di Israel, AS akan melakukan operasi militer terhadap fasilitas nuklir Iran pada beberapa bulan kedepan diperkirakan akan menjadi alasan bagi naiknya harga minyak dikemudian hari.
Padahal Iran adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia, sementara seperempat suplai minyak dunia dialirkan melalui Selat Hormuz, yang merupakan wilayah terdekat dengan Iran. Serbuan AS terhadap fasilitas Nuklir Iran, diperkirakan akan menyebabkan suplai minyak akan jauh berkurang, sehingga akan memicu kenaikan harga minyak dunia ke rekor harga minyak yang lebih tinggi.
******
21 Mei 2008